Selasa, 23 Februari 2016

Kemaluan buntung/terpotong



Agama syiah adalah agama yang tidak masuk akal, penuh dengan khurofat, kontradiktif, dan kekonyolan serta banyolan-banyolan. Selain periwayatan keledai, di mata syiah “Ahlus Sunnah” di bangkitkan pada hari kiamat dengan {maaf} kemaluan buntung/terpotong”.
Akan tetapi agama syiah tetap saja laris, terutama dikalangan para pemuda. Di antara perkara yang menjadikan agama ini laris manis adalah penghalalan “ritual pengumbaran syahwat sepuas-puasnya” yang di tawarkan oleh agama ini dengan nama ibadah mulia. Ritual tersebut adalah nikah “Mut’ah”. Bahkan kaum syiah nekat menyampaikan hadits-hadits palsu tentang keutamaan nikah mut’ah. Terlebih lagi ancaman bagi orang yang tidak melakukannya nikah mut’ah. Kedustaan mengenai hal ini mereka sebutkan di dalam sebuah hadits palsu,
“Barang siapa yang keluar dari dunia dan belum melakukan mut’ah maka ia akan datang pada hari kiamat dalam kondisi buntung kemaluannya.”
Riwayat palsu ini disebutkan oleh Fathullahi Al-Kasyaani dalam kitabnya Tafsir Manhaj Ash-Shadiqin, 2/489.
Seperti itulah kelakuan kaum syiah, membuat riwayat palsu dengan dikemas dengan kedok ibadah yang agung dan mulia, untuk menarik minat dan merekrut orang-orang yang masih awam kedalam agama mereka.

Dikutip dari             : Buku Banyolan Syi’ah Imamiyah​
Penulis                   : Firanda Andirja Abidin, Lc.,MA
 
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.

PERIWAYATAN KELEDAI KAUM SYIAH



Diriwayatkan oleh Amirul Mukminin sesungguhnya keledai itu {keledai tunggangan Rasulullah yang bernama ufair} berkata kepada Rasulullah SAW; "demi ayahku, engkau, dan ibuku, sesungguhnya ayahku telah menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari kakeknya, dari ayahnya: bahwa ia pernah bersama Nuh di dalam perahu. maka Nuh bangkit berdiri dan mengusap {maaf} pantatnya, kemudian bersabda: 'akan muncul dari tulang sulbi keledai ini seekor keledai yang akan ditunggangi oleh pemimpin dan penutup para nabi'. dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku sebagai keledai itu."
{Ushul Al-Kafi 1/293 bab pada diri imam dari senjata Rasul dan kehormatannya hadits ke 9}
silahkan perhatikan dengan seksama, seekor keledai telah memerankan diri layaknya seorang perawi hadits dengan menggunakan lafadz haddatsanii abiy... dan seterusnya. tentu saja riwayat ini tidak akan ditemukan pada kitab-kitab AhlusSunnah. akan tetapi terdapat dalm kitab Al-Kafi kitab hadits paling valid menurut kaum syiah.

Dikutip dari             : Buku Banyolan Syi’ah Imamiyah​
Penulis                   : Firanda Andirja Abidin, Lc.,MA
 
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.

Senin, 22 Februari 2016

Rabu, 27 Januari 2016

konspirasi Yahudi {Israel} dan Persia {Iran}



Di dalam sebuah koran “ma’arif israel” terdapat sebuah makalah yang ditulis oleh “marlk hubilz” yang menuliskan tentang : Sesungguhnya agama syiah (termasuk diantaranya syiah hautsi)bekerja untuk kemaslahatan kami, dan mereka adalah kaki tangan kami di timur tengah, tanpa keberadaan agama syiah ini, kami tidak mungkin bisa memecah belah negara negara arab dan menyalakan api-api peperangan di dalamnya.
Dengan peran agama syiah inilah kami telah berhasil menghentikan ekspansi islam ke eropa, dan mematahkan setiap perlawanan islam. Itulah yang membuat kami menyokong sepenuhnya agama ini (syiah) dengan segala kekuatan dan fasilitas yang kami miliki karena mereka adalah sekutu-sekutu kami yang setia. Telah sempurna sudah penyelewengan agama dan pemutarbalikan sejarah islam, sungguh kami telah mengganti masjid-masjid dengan husainiyat-husainiyat yang di dalamnya terdapat upacara-upacara yang menghembuskan api permusuhan dan pembalasan dendam yang ujung-ujungnya adalah bagaimana membunuh kaum muslimin.

Dan kami telah menggantikan ka’bah dengan tempat-tempat  serta kuburan-kuburan yang dibuat-buat, dan kami telah menjadikan mereka berhaji ke tempat-tempat dan kuburan-kuburan ini, bukan ke ka’bah! Maka ketika mereka mendapatkan orang nasrani atau yahudi melakukan penistaan terhadap Nabi Muhammad, mereka (kaum muslimin) keluar berdemonstrasi menentang penistaan tersebut. Akan tetapi kalau itu muncul dari orang syiah, mereka mengotori kehormatan Nabi Muhammad, mencerca para sahabat Nabi, menyelewengkan alqur’an, maka kita tidak akan mendapatkan penentangan apapun dari kaum muslimin
Pendeta “zweimer” berkata : “sebuah pohon hanya bisa ditebang oleh salah satu dari anak-anaknya” dan inilah fenomena kesuksesan kami dalam menyelewengkan islam dan memecah belah umat islam. Kami telah memprogram syiah untuk satu tujuan, yaitu kedengkian terhadap “ahlussunnah”  dengan cara menghilangkan akal-akal sehat mereka, dan menggantinya dengan “dorongan-dorongan kebengisan” dengan menghidupkan upacara-upacara penggembosan dan penuh nuansa pembalasan dendam.
Kami buat mereka berperang dengan harta-harta dan jiwa mereka mewakili kami tanpa mengalami kerugian sedikitpun dengan mempergunakan seperlima (kewajiban khumus) harta mereka. Kami buat mereka menunggu “seseorang yang tidak jelas” yang telah menghilang selama 1200 tahun, ia akan datang di akhir zaman, dan membunuh para pembunuh Husaen, ia akan hancurkan ka’bah, ia akan mengeluarkan abu bakar dan umar dan menyalib mereka berdua setelah mereka berdua dihidupkan kembali. Dan seluruh rujukan syiah di Teheran memiliki hubungan yang sangat erat dengan para pembesar yahudi, bahkan ada koordinasi diantara mereka. Bagaimana tidak syiah adalah buatan kami, ingatkah bahwa pendiri syiah adalah Abdulah bin saba “al yahuudi”. Kami betul –betul telah memprogram akal orang-orang syiah sehingga menjadikan musuh awal dan akhir mereka adalah sunni.

Dan program ini adalah penuntutan hukum terhadap kezaliman dan pembalasan dendam terhadap para pembunuh husain dan para perampas kekhalifahan yang tidak lain adalah ahlussunnah, dan program ini adalah program sulit pembuatannya, karena program ini berdiri diatas asas kedengkian dan penyelewengan alquran.

Nb: Diterjemahkan dari teks asli.

Selasa, 19 Januari 2016

Kecintaan Syi’ah Terhadap Ali, antara syari’at dan ghuluw

Kecintaan Syi’ah Terhadap Ali, antara syari’at dan ghuluw

أنه لا يحبني إلا مؤمن , ولا يبغضني إلا منافق

“Tidaklah mencintaiku melainkan ia seorang mukmin dan tidaklah membenciku melainkan ia seorang munafiq.” (Hadits Shahih Riwayat Muslim)
Asy-Syaikh Abdul Hamid Al-Juhani ketika menjelaskan makna hadits ini, beliau mengatakan,
” Aku ingatkan bahwa Rafidhah tidak termasuk dalam hadits ini; karena yang dimaksud dengan “kecintaan” dalam hadits di atas adalah kecintaan yang syar’i (sesuai syari’at islam,pen), sedangkan kecintaan Rafidhah terhadap Ali adalah kecintaan yang tidak syar’i, bahkan ia adalah kecintaan bid’ah dan syirik, tidaklah membuat mereka dari Allah kecuali bertambah jauh dan menambah murka. (kecintaan mereka) seperti kecintaan Nashara kepada Isa bin Maryam ‘alaihis salam, yaitu kecintaan ghuluw, syirik, dan dusta. Jadi, tidak semua yang namanya cinta itu adalah benar dan jujur.
Tentang hal ini Allah berfirman:

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم

“Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Jika kalian memang cinta kepada Allah, maka ikutilah aku pasti Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (QS. Ali Imran: 31)
Demikianlah, kecintaan kepada Ali bin Abi Thalib atau kebencian kepadanya adalah pembeda antara seorang mukmin dan munafiq.

Dan kami bersaksi kepada Allah atas kecintaan kepada Ali dengan kecintaan yang syar’i.

Kami berlepas diri kepada Allah dari  syirik kaum Rafidhah dan sikap berlebihan mereka, dan (kami juga berlepas diri) dari kebencian kaum Nawashib dan sikap jumut mereka….”
[Selesai penjelasan beliau]
Ahsanta (sungguh benar anda) wahai Asy-Syaikh Al-Juhani…
Kaum Rafidhah tidaklah masuk kedalam deretan orang-orang yang mencintai Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu….. walaupun mereka mengklaimnya….
Ya Allah, saksikanlah…, kami berlepas diri dari sikap berlebihan kaum Rafidhah terhadap hamba-Mu yang mulia, Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu…
Ya Allah, lindungilah kaum muslimin dari kelejekan, kejahatan, dan kesesatan Rafidhah….
Amin Ya Rabbal ‘Alamin
Wallahu Ta’ala A’lam bish Shawab
sumber;https://haulasyiah.wordpress.com

Syi’ah dan Kebencian Mereka Kepada Malaikat Jibril

الحمدالله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه أجمعين

أما بعد :

Sungguh Syi’ah telah terpengaruh dengan keyakinan Yahudi dalam hal permusuhan mereka terhadap Malaikat Jibril ‘alaihis salam
Berikut ini adalah penjelasan dari Asy-Syaikh Al-‘Allamah Sholih Al-Fauzan (Anggota Dewan Fatwa Arab Saudi) dalam kitabnya Al-Manhah Ar-Robbaniyah fi Syarhil Arba’ina An-Nawawiyah, hal.53-54 Cet. Darul ‘Ashimah:
“Diantara mereka ada yang memusuhi para malaikat, diantara mereka ada juga yang memusuhi sebagian malaikat. Seperti Yahudi yang memusuhi Malaikat Jibril ‘alaihis salam, mereka mengatakan Jibril musuh kami, seandainya yang turun kepada Muhammad (untuk menyampaikan wahyu) bukan Jibril pasti kami akan beriman kepadanya, tetapi karena yang turun kepadanya adalah Jibril maka kami tidak mau beriman kepadanya, karena Jibril adalah musuh kami. Allah berfirman:

قال الله تعالى: (قُلْ مَن كَانَ عَدُوّاً لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللّهِ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ * مَن كَانَ عَدُوّاً لِّلّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ….) البقرة : 97-98

“Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman * Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir” (QS. Al-Baqoroh: 97-98)

 Syi’ah juga memusuhi Jibril karena syi'ah agama buatan Yahudi.

Mereka berkata: Sesungguhnya risalah (kenabian) untuk Ali tetapi Jibril berkhianat dan memberikannya kepada Muhammad.

Seorang penya’ir mereka berkata:

خان الأمين وصدها عن حيدرة

“Telah berkhianat Al-Amin (Jibril) dan menghalanginya dari Haidaroh (‘Ali)”

sumber;https://haulasyiah.wordpress.com